http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/issue/feedProsiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material 2025-11-28T13:31:59+07:00Open Journal Systemshttp://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/61Pengaruh Variasi Komposisi Serabut Kelapa dan Silikon Karbida Terhadap Sifat Mekanis Dan Fisis Papan Partikel2025-11-28T13:31:59+07:00Muhamad Firman Hilarimuhamad.firman_tm22@nusaputra.ac.idZaid Sulaimanzaid.sulaiman@nusaputra.ac.id<p>Komposit adalah material hasil penggabungan dua atau lebih komponen yang memiliki sifat berbeda, bertujuan untuk memperoleh material baru dengan karakteristik lebih unggul dari masing-masing komponennya. Dalam penelitian ini, resin epoksi digunakan sebagai matriks karena sifat mekaniknya yang baik, sedangkan serat sabut kelapa dipilih sebagai bahan penguat alami yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, sabut kelapa dan SiC berfungsi sebagai bahan utama. Variasi komposisi yang di terapkan yaitu: 0%, 5% untuk serat kelapa dan 6% SiC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar antara serabut kelapa dan SiC menjadi gabungan yang di aplikasikan ke body sepeda motor. Dilakukan dengan cara hand lay up dengan cetakan rubber RTV-48 yang kemudian dilakukan pengujian uji Densitas dan uji Hardness yang bertujuan untuk mengetahui kerapatan (Densitas) dan kekerasan (Hardness) pada komposit ini. Pada hasil pengujian uji hardness komposit serabut kelapa di dapatkan nilai rata-rata tertinggi pada specimen dengan variasi resin, resin dan SiC yaitu 85,2% sedangkan nilai rata-rata terkecil yaitu di dapatkan pada spesimen kelapa dan SiC yaitu 81%. Sedangkan Pada hasil pengujian uji densitas komposit serabut kelapa di dapatkan nilai rata-rata yaitu 1,33 g/cm³ Sedangkan nilai serabut kelapa dan SiC di dapatkan nilai rata-rata yaitu 1,28 g/cm³ Maka dapat di simpulkan bahwa penambahan silikon karbida dapat memengaruhi kekerasan pada komposit. maka dapat di simpulkan bahwa pada variasi resin, kelapa dan Sic dapat mempengaruhi kekerasan pada komposit.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/41Pengaruh Komposisi Serat Rami Dan Konsentrasi Naoh Terhadap Kekuatan Mekanik Komposit Untuk Spakbor Motor Cross Menggunakan Metode Hand Lay Up2025-11-20T08:51:39+07:00Muhamad Sandimuhamad.sandi_tm21@nusaputra.ac.idFabrobi Fazlur Ridhafabrobi.fazlur@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi serat rami dan konsentrasi larutan NaOH terhadap sifat<br>mekanik komposit epoxy yang diaplikasikan sebagai bahan spakbor motor cross. Metode hand lay-up digunakan untuk memproduksi spesimen dengan fraksi volume serat sebesar 30%, 40%, dan 50%, serta dua tingkat konsentrasi larutan NaOH, yaitu 5% dan 10%. Pengujian mekanik dilakukan berdasarkan standar ASTM D6110 untuk uji impak dan ASTM D3039 untuk uji tarik. Hasil uji impak menunjukkan bahwa kombinasi fraksi serat 50% dan NaOH 10% menghasilkan energi impak tertinggi, menandakan peningkatan ketangguhan akibat ikatan antar muka yang lebih kuat antara serat dan matriks. Sementara itu, pada pengujian tarik, kombinasi fraksi serat 50% dan NaOH 5% memberikan nilai tertinggi pada modulus elastisitas (2193 MPa) dan tegangan maksimum (67,17 MPa), menunjukkan kontribusi signifikan fraksi serat terhadap kekuatan tarik komposit. Namun, konsentrasi NaOH yang terlalu tinggi berpotensi menurunkan kekuatan akibat degradasi serat. Secara keseluruhan, komposisi serat 50% dan perlakuan alkali NaOH 10% diidentifikasi sebagai kombinasi optimal untuk menghasilkan material komposit yang kuat, ringan, dan ramah lingkungan bagi aplikasi otomotif.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/42Optimalisasi Desain Clamp pada Industri Alat Berat untuk Peningkatan Efisiensi Operasional2025-11-20T09:01:07+07:00Faturrohman Al Ghozifaturrohman.al_tm22@nusaputra.ac.idFabrobi Fazlur Ridhafabrobi.fazlur@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Optimasi desain clamp ini difokuskan pada pengembangan sistem yang mampu menopang dinding plat dengan dimensi internal 1400 mm serta outer plat 1540 mm dan 1560 mm. Clamp dirancang dengan dua mekanisme utama, yaitu wedge clamp dan screw clamp, untuk memenuhi kebutuhan penyesuaian ketebalan plat. Wedge clamp dipilih karena daya cengkeramnya yang tinggi dan kemudahan penggunaan, sehingga efektif menjaga kestabilan plat selama proses kerja. Screw clamp berfungsi sebagai mekanisme penyesuaian yang mampu mengatasi variasi ketebalan plat serta menahan ketimpangan celah hingga 10 mm pada dinding plat. Penerapan toleransi yang tepat pada setiap komponen memastikan clearance yang cukup, meminimalkan risiko gesekan berlebih, macet, dan ketidaksesuaian posisi selama perakitan. Material yang digunakan, yaitu AISI 4140, AISI 4340, dan ASTM A36, dipilih berdasarkan sifat mekanik dan fungsi masing-masing untuk meningkatkan keandalan dan umur pakai clamp. Dengan demikian, desain clamp ini tidak hanya memenuhi standar operasional dan kebutuhan pendimensian, tetapi juga meningkatkan efisiensi serta kemudahan proses pengelasan sesuai kebutuhan industri. </p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/43Pengaruh Variasi Fraksi Volume Serat Gambas Dan Perlakuan Ca(OH)2 Terhadap Kekuatan Impak Komposit Helm Bermatriks Resin Epoksi – Pati Singkong2025-11-20T09:24:15+07:00Ivan Saputra ivan.saputra_tm21@nusaputra.ac.idFabrobi Fazlur Ridhaffridha@gmail.comZaid Sulaimanzaid.sulaiman@nusaputra.ac.id<p>Helm merupakan perlengkapan keselamatan penting, namun bahan ABS yang umum digunakan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini mengembangkan komposit helm berbasis serat gambas (Luffa acutangula) dan resin epoksi-pati singkong, dengan perlakuan alkalisasi serat menggunakan Ca(OH)₂. Variasi fraksi volume serat (30%, 40%, 50%) dan waktu perendaman (2, 4, 6 jam) diuji terhadap kekuatan impak menggunakan metode hand lay-up. Hasil menunjukkan kekuatan impak tertinggi (7,02 kJ/m²) ada fraksi serat 40% dengan perendaman 6 jam, jauh lebih tinggi dibanding kontrol (1,63 kJ/m²). Peningkatan ini disebabkan oleh ikatan serat matriks yang lebih baik, ditunjukkan oleh pola patahan hibrid. Namun, anomali penurunan kekuatan terjadi pada perendaman 4 jam akibat kemungkinan degradasi serat. Penelitian ini menegaskan pentingnya optimasi proses untuk meningkatkan performa komposit alami sebagai alternatif helm ramah lingkungan.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/44Pengaruh Kekerasan Terhadap Density Produk 3D Pinting Berfilament TPU 95A2025-11-20T09:37:21+07:00M. Aldiansyah stimerm.aldiansyah_tm22@nusaputra.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi parameter layer height dan print speed terhadap sifat mekanik produk hasil cetak 3D menggunakan filamen TPU 95A. Metode eksperimen digunakan dengan mencetak spesimen berdasarkan standar ASTM D2240-15 dan ASTM D792-20, serta menguji kekerasan dan densitas. Variasi parameter yang diuji meliputi layer height 0,2 mm dan 0,25 mm serta print speed 70 mm/s, 80 mm/s, dan 90 mm/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan print speed dan layer height berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dan densitas. Kombinasi layer height kecil dan print speed rendah menghasilkan sifat mekanik terbaik dengan nilai kekerasan dan densitas. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan parameter proses pencetakan 3D untuk memperoleh kualitas produk TPU 95A yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik manufaktur aditif khususnya pada material elastomer fleksibel.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/45Analisis Kekuatan Rangka Pada Gokart Listrik yang Ekonomis Untuk Kebutuhan Pariwisata di Sukabumi2025-11-20T09:50:08+07:00M. Fujianam.fujiana_tm22@nusaputra.ac.idLazuardi Akmal Islamilazuardi.akmal@nusaputra.ac.id<p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pembebanan pada rangka gokart listrik. Rangka adalah pada kendaraan yang diharuskan memiliki rancangan yang kuat untuk menahan beban pengemudi dan juga komponen mesin yang yang ada didalamnya. Sedangkan perancangan rangka ini dilakukan analisa von mises, displacement dan safety faktor menggunakan software solidworks yang bisa membuat model dalam bentuk 3 dimensi yang dilakukan pengujian simulasi static rangka gokart listrik menggunkan gaya beban 636 N di bagian kursi pengemudi, 174,44 N di bagian belakang yang menopang bobot dari baterai, dan 78,4 adalah beban motor listrik yang berada dibagian samping. Di dapatkan nilai dari pengujian simulasi adalah nilai yield strengh maksimum dari kedua material yang uji tidak berbeda jauh antara material Galvanized 84,768 dan ASTM 85,388 nilai dari displacement yang di dapatkan galvanized 0,859 astm 0,865. Dan dari safety faktor dari kedua material ASTM sekitar 2,928 sedangkan Galvanized 2,406.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/46Optimasi Topologi Geometri Hexapod Robot Legs Menggunakan Metode Elemen Hingga2025-11-20T10:03:12+07:00Siti Nurzehan Maulidiawatisiti.maulidiawati_tm21@nusaputra.ac.idZaid Sulaimanzaid.sulaiman@nusaputra.ac.id<p>Desain kaki robot hexapod memiliki peran krusial dalam menentukan stabilitas dan efisiensi pergerakan, terutama pada aplikasi di medan berat seperti operasi penyelamatan. Penelitian ini menerapkan metode optimasi topologi berbasis metode elemen hingga untuk mengurangi massa kaki robot tanpa mengorbankan kekuatan struktural. Simulasi awal menunjukkan nilai tegangan maksimum von mises sebesar 0,0808 Mpa dengan nilai defleksi 0,0006 mm, serta safety factor yang tinggi sebesar 695. Melaui optimasi topologi dengan target pengurangan massa 60%, diperoleh hasil desain yang lebih ramping dengan pengurangan massa dari 55,92 gram menjadi 22,4 gram. Simulasi akhir menunjukkan peningkatan tegangan maksimum menjadi 0,093 Mpa dan defleksi 0,0011 mm, dengan nilai safety factor yang masih sangat aman di angka 604. Hasil ini menegaskan bahwa optimasi topologi cukup efektif meningkatkan efisiensi struktural, menghasilkan kaki robot yang jauh lebih ringan dengan tetap mempertahankan kekuatan strukturalnya.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/47Pengaruh Variasi Infill Patern (Cocentric, Cross, dan Cross 3D) terhadap Kekerasan pada Produk 3D Printing befilament TPU 95A2025-11-20T10:27:35+07:00Talenta agus Bahari Tafonaotalenta.agus_tm22@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak dari variasi pola pengisian (Concentric, Cross, dan Cross 3D) terhadap nilai kekerasan dari produk yang dihasilkan melalui pencetakan 3D dengan bahan filamen Thermoplastic Polyurethane (TPU) 95A. Pencetakan dilakukan dengan menggunakan printer Ender 3 Pro dengan pengaturan yang tetap, seperti kecepatan cetak 90 mm/s, tinggi lapisan 0,2 mm, suhu nozzle temperatur 230°C, dan kepadatan infill density 100%. Variabel utama yang diuji dalam eksperimen ini adalah pola pengisian. Pengukuran kekerasan dilakukan dengan menggunakan durometer Shore A sesuai dengan standar ASTM D2240. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola infill Pattern Cross menghasilkan nilai kekerasan tertinggi (61,4 HA), diikuti oleh Cross 3D (61,1 HA), dan terakhir Concentric (60,9 HA). Variasi nilai kekerasan ini dipengaruhi oleh struktur internal dan arah pengisian material yang berpengaruh pada kekakuan produk. Pola Cross memberikan struktur yang lebih stabil karena pengisian dilakukan dalam dua arah, sedangkan Cross 3D memiliki struktur yang lebih kompleks namun kurang stabil akibat distribusi lapisan yang tidak merata. Pola Concentric menunjukkan kekakuan yang paling rendah karena arah pengisiannya tidak mendukung penguncian lapisan yang baik. Temuan ini memberikan panduan yang penting dalam memilih pola pengisian yang optimal untuk produk pencetakan 3D berbahan TPU, dengan mempertimbangkan kekerasan dan stabilitas mekanik yang terbaik.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/48Analisis Perbandingan Kekerasan Produk Mesin 3D Printing Ender 3 Pro Dengan Ender 5 Max Pada Filamen TPU-95A2025-11-20T10:37:54+07:00M. Rizki Septapatim.rizki_tm22@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.idRizal Lesmanam.rizki_tm22@nusaputra.ac.id<p>Seiring berkembangnya industry manufaktur, Produk lain yang semakin populer seiring pertumbuhan industri manufaktur adalah printer 3D. Teknologi pencetakan 3D menggunakan komputer dengan format gambar tiga dimensi untuk membuat objek fisik, yang kemudian objek fisik tersebut dicetak menggunakan mesin 3D printer. Studi ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekerasan produk dari/ mesin Ender 3 Pro dan Ender 5 Max serta material TPU-95A. Berdasarkan hasil hardness test pada mesin 3D printer Ender 3 Pro menghasilkan kekerasan antara 71,7 dan 73,3 HA, sementara Ender 5 Max menghasilkan kekerasan antara 85,1 dan 88 HA. Hasilnya menunjukkan bahwa Ender 5 Max mencapai kinerja lebih tinggi di semua parameter, yang menunjukkan korelasi signifikan antara kualitas dan konstruksi mesin dengan hasil yang diperoleh.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/49Analisis Variasi Penambahan Zat Aditif Ecoracing pada Pertalite Sepeda Motor Matic 110 CC terhadap Emisi Gas Buang2025-11-20T10:57:19+07:00Acep Erwanacep.erwan_tm22@nusaputra.ac.idMulyadiacep.erwan_tm22@nusaputra.ac.id<p>Kendaraan bermotor menjadi penyumbang utama polusi udara di kota besar. Emisi gas buang berupa karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), dan hidrokarbon (HC) berdampak negatif pada lingkungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi penambahan zat aditif Eco Racing pada bahan bakar Pertalite terhadap emisi gas buang sepeda motor matic 110 cc. Metode eksperimental digunakan dengan empat variasi campuran: 100% Pertalite + 1 pil Eco Racing, 100% Pertalite + ½ pil Eco Racing, 50% Pertalite + 1 pil Eco Racing, dan 50% Pertalite + ½ pil Eco Racing. Pengujian emisi dilakukan pada Honda Beat 110 cc dengan Gas Analyzer pada kondisi idle. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan emisi gas buang, terutama<br>pada campuran 50% Pertalite + 1 pil Eco Racing.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/50Analisis Kelayakan Kekuatan Tarik Produk 3D Printing FDM Berfilamen TPU- 95A untuk Aplikasi Bumper Guard2025-11-20T11:01:24+07:00Aprias Shafaraaprias.shafara_tm22@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Perkembangan teknologi manufaktur aditif, khususnya 3D printing dengan metode fused deposition modelling (FDM), membuka peluang besar dalam produksi komponen otomotif yang ringan dan ekonomis. Salah satu material yang banyak dikembangkan adalah thermoplastic polyurethane (TPU) tipe eFlex TPU-95A, yang dikenal memiliki sifat elastisitas tinggi, ketahanan aus, serta kemampuan menyerap energi benturan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat mekanik TPU-95A hasil cetak FDM, terutama kekuatan Tarik dan keuletannya, sebagai bahan alternatif bumper guard kendaraan. Hasil menunjukkan kekuatan Tarik material berkisar antara 251,06 hingga 329,02 kgf/cm2, sedangkan keuletan mencapai 1,56, menujukan kemampuan deformasi elastis yang baik. Nilai tersebut memenuhi bahkan melampaui standar kekuatan Tarik material bumper guard. Dengan demikian, produk 3D printing berbahan TPU-95A dinilai layak sebagai alternatif material bumper guard yang memerlukan kombinasi fleksibilitas, kekuatan, dan ketahanan deformasi.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/51Pengaruh Variasi Print Speed & Nozzle Temperature Terhadap Uji Densitas Pada Spesimen Produk 3D Printing Berfilament TPU 95A2025-11-20T11:45:52+07:00Mujib Faturohmanmujib.faturohman_tm21@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi print speed dan nozzle temperature terhadap densitas hasil cetak 3D menggunakan filamen TPU 95A. TPU 95A merupakan material elastomer termoplastik yang memiliki fleksibilitas tinggi dan cocok digunakan dalam proses FDM. Parameter proses seperti print speed dan nozzle temperature sangat memengaruhi kualitas hasil cetakan, khususnya dalam hal kerapatan material. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan enam kombinasi parameter: dua tingkat nozzle teperature (220°C dan 230°C) dan tiga tingkat print speed (70, 80, dan 90 mm/s). Pengujian densitas dilakukan menggunakan metode Archimedes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 220°C dan 70 mm/s menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1,046 g/cm³, sedangkan kombinasi 230°C dan 90 mm/s menghasilkan densitas terendah sebesar 0,991 g/cm³. Peningkatan print speed dan nozzle temperature yang terlalu tinggi menyebabkan penurunan densitas karena lemahnya penyatuan antar lapisan.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/52Analisis Pengaruh Repitching Fan Blade Terhadap Performa Cooling Tower Unit 500 di PLTP Salak2025-11-20T14:10:35+07:00Rangga Purwadirangga.purwadi_tm22@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Pembangkit Listrik tenaga panas bumi merupakan salah satu potensi energi bersih terbaharukan yang dimiliki oleh Indonesia yang harus dimaksimalkan. PLTP Salak memiliki 3 unit pembangkit akan meningkatkan profil target produksi Listrik yang dihasilkan dari 65MW ke 67MW per unitnya, oleh karena itu setiap komponen inti dari sistem PLTP harus ditingkatkan efisiensi dan performanya. Cooling Tower Fan sebagai bagian utama yang berperan dalam mengatur aliran udara yang diperlukan untuk proses pendinginan. Repitching, atau penyesuaian sudut fan blade, dilakukan untuk mengoptimalkan performa fan yang diharapkan meningkatkan efisiensi. Dalam satu unit Cooling tower terdapat 6 buah fan, dan repitcing dilakukan dari sudut 16,80 ke sudut 17,20 yaitu sudut maksimal yang diperbolehkan spesifikasi fan. Metode penelitian dilakukan dengan mengambil data Cooling tower sebelum dan sesudah repitching, dengan mengambil data temperature keluaran, konsumsi daya, dan efisiensi termal. Dampak dari repitching fan menunjukkan kenaikan efisiensi cooling tower dari 55,20% ke 55,35% namun juga meningkatkan konsumsi daya listrik dengan bertambahnya ampere maksimum motor fan, total kenaikan sebesar 8 ampere dalam satu unit cooling tower.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/53Studi Analisis Statik Pallet Plastik untuk Aplikasi Logistik Menggunakan Metode Finite Element Analysis (FEA)2025-11-20T14:44:29+07:00Halim Mauludinhalim.mauludin_tm20@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Pallet plastik merupakan komponen penting dalam sistem logistik modern karena keunggulannya yang ringan, tahan lembab, dan ramah lingkungan. Namun, daya tahan strukturalnya terhadap beban statik masih menjadi perhatian utama dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan dan ketahanan struktural pallet plastik berbahan Polyprophylene (PP) menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Proses simulasi melibatkan pemodelan geometri 3D, penentuan material, kondisi batas, pembebanan, dan pembuatan mesh dalam lingkungan perangkat lunak Solidworks. Hasil simulasi menunjukkan nilai tegangan maksimum sebesar 1,79 MPa, dengan displacement maksimum 0,366 mm pada area tengah pallet. Faktor keamanan (Safety Factor) diperoleh sebesar 15,43 yang berada jauh di atas ambang aman (>1,5). Temuan ini mengindikasikan bahwa desain dan material pallet memiliki ketahanan struktural yang baik dan layak digunakan dalam sistem logistik tanpa risiko kegagalan. Studi ini juga memberikan landasan untuk pengembangan desain pallet yang lebih efisien dan kuat di masa depan.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/54Pengaruh Servis Sepeda Motor Honda BEAT PGM-FI Terhadap Emisi Gas Buang2025-11-20T14:52:17+07:00Pangihutan Ganda Maruli pangihutan.ganda_tm21@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p><br>Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia menjadi penyumbang utama pencemaran udara, terutama melalui emisi gas buang seperti Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC). Penelitian ini menganalisis pengaruh servis berkala terhadap emisi gas buang pada sepeda motor injeksi Honda BEAT PGM-FI, dengan fokus pada kadar CO dan HC. Metode yang digunakan adalah ekperimen kuantitatif dengan pengujian sebelum dan sesudah servis menggunakan Exhaust Gas Analyzer (EGA). Hasil menunjukkan penurunan signifikan emisi CO dari rata-rata 0,77% menjadi 0,21%, dan HC dari 332 ppm menjadi 69,3 ppm setelah servis berkala. Penurunan ini mencerminkan peningkatan efisiensi pembakaran, didukung oleh nilai lambda mendekati stoikiometrik (1,394). Servis meliputi penyetelan klep, pembersihan throttle body, penggantian drive belt, sera pembersihan saringan udara dan pemeriksaan pompa bahan bakar. Emisi setelah servis memenuhi baku mutu sesuai PERMEN LHK No.8 Tahun 2023 kategori L. temuan ini menegaskan pentingnya servis berkala sebagai bentuk kepatuhan regulasi dan kontribusi terhadap kualitas udara yang lebih baik.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/55Pengaruh Variasi Nozzle Temperature dan Print Speed Terhadap Densitas Pada Produk 3D Printing Filamen TPU 95A2025-11-20T15:13:58+07:00Encep Setiawan encep.setiawan_tm19@nusaputra.ac.idDani Mardiyanadani.mardiyana@nusaputra.ac.id<p>Perkembangan teknologi manufaktur aditif, khususnya 3D printing dengan metode Fused Deposition Modeling (FDM), telah membuka peluang besar dalam pembuatan produk berbahan fleksibel seperti Thermoplastic Polyurethane (TPU). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi nozzle temperature dan print speed terhadap densitas produk cetakan 3D berbahan TPU-95A. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan kombinasi enam variasi parameter proses, serta pengujian densitas berdasarkan prinsip Archimedes sesuai standar ASTM D792. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi nozzle temperature 230°C dan print speed 70 mm/s menghasilkan densitas tertinggi, yaitu 1,133 g/cm³, sedangkan kombinasi nozzle temperature 230°C dan print speed 90 mm/s menghasilkan densitas terendah, yaitu 1,083 g/cm³. Peningkatan print speed cenderung menurunkan densitas akibat berkurangnya waktu leleh dan penyatuan antar lapisan, sementara suhu nozzle yang terlalu tinggi dapat menyebabkan deformasi jika tidak diimbangi dengan kecepatan cetak yang sesuai. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan parameter proses pencetakan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kepadatan dan kualitas struktur hasil cetakan berbahan fleksibel. </p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/56Perancangan Desain dan Perencanaan Biaya Fabrikasi Gokart Listrik untuk Kebutuhan Pariwisata di Sukabumi2025-11-20T15:30:43+07:00Ahmad Dzalfaahmad.dzalfa@nusaputra.ac.idLazuardi Akmal Islamilazuardi.akmal@nusaputra.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun gokart listrik berbiaya rendah yang aman dan fungsional, dengan fokus pada efisiensi biaya produksi serta pemanfaatan sebagai wahana edukatif dan wisata ramah lingkungan. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya kebutuhan akan transportasi alternatif yang hemat energi dan minim polusi, serta potensi pengembangan pariwisata di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Proses perancangan dilakukan dengan menggunakan aplikasi SolidWorks untuk membuat desain rangka yang sederhana namun kokoh, serta menggunakan material lokal seperti galvanize guna menekan biaya. Metode pembuatan mencakup pemotongan, perakitan, dan pengelasan rangka, serta penyelesaian akhir berupa pengecatan dan pengujian kekuatan. Berdasarkan perencanaan biaya, total kebutuhan anggaran untuk pembuatan rangka gokart listrik mencapai Rp4.030.000. Dalam aspek ekonomi, analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa dengan rata-rata pendapatan per sesi sebesar Rp75.000 dan laba kotor Rp50.000 per sesi, maka usaha ini dapat mencapai titik impas dalam waktu sekitar 4 bulan, dengan target minimal 20 sesi per bulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif kendaraan listrik yang layak dikembangkan sebagai alat pembelajaran teknik otomotif di lingkungan pendidikan maupun sebagai sarana usaha mikro di sektor pariwisata.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/57Modifikasi Inlet Chute Bunker Unit 1 di PT PLN Indonesia Power2025-11-20T15:37:33+07:00Egi Gunawanegi.gunawan_tm20@nusaputra.ac.idZaid Sulaimanzaid.sulaiman@nusaputra.ac.idM. Arvin Syarifuddinegi.gunawan_tm20@nusaputra.ac.id<p>Desain inlet chute bunker merupakan elemen krusial dalam sistem penanganan material pada industri pembangkit listrik. Khususnya di pembangkit listrik tenaga UAP (PLTU). Inlet chute berfungsi sebagai saluran pengarah batu bara dari konveyor menuju pulverizer sebelum masuk ke boiler. Permasalahan utama yang ditemukan pada studi ini adalah terhambatnya aliran batu bara akibat gesekan tinggi dari material pelapis sebelumnya, yaitu pelat carbon HARDOX 450, serta desain geometri chute yang kurang efisien, yang menyebabkan terjadinya penumpukan (clogging) material. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan modifikasi desain inlet chute dengan menambahkan pelapis berbahan polyethylene (PE) yang memiliki koefisien gesek yang rendah, serta pemasangan vibrator motor untuk memberikan getaran mekanis dan memperlancar aliran batu bara. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, pengukuran, pemodelan 3D menggunakan Autodesk inventor, dan implementasi desain. Hasil modifikasi menunjukan peningkatan signifikan dalam efisiensi aliran material. Waktu aliran batu bara yang sebelumnya mengalami clogging dalam waktu 20 detik kini berubah menjadi aliran lancar dengan flowrate optimal dalam waktu 3-6 menit. penambahan PE dan vibrator motor terbukti menurunkan gesekan dan menghindari penumpukan material, baik dalam kondisi batu bara kering maupun basah. Modifikasi ini juga memperpanjang umur pakai komponen dan meningkatkan efisiensi operasional.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/58Analisis Kekuatan Desain Tool Holder CNC Untuk Pengembangan Smart Sensor CNC di BRIN Manufaktur2025-11-20T15:42:59+07:00Mochammad Rizky Maulanamochammad.rizky_tm22@nusaputra.ac.idRizky Pauzi Hamdanimochammad.rizky_tm22@nusaputra.ac.idLazuardi Akmal Islamilazuardi.akmal@nusaputra.ac.id<p>Penelitian ini membahas analisis kekuatan dua desain tool holder CNC untuk mendukung pengembangan smart sensor CNC di BRIN Manufaktur. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan industri manufaktur akan proses produksi yang efisien, berkualitas tinggi, dan tepat waktu, di mana mesin CNC berperan penting dalam produksi skala besar, khususnya pada proses permesinan bubut. Tool holder sebagai komponen penunjang utama dalam permesinan CNC sangat mempengaruhi hasil akhir, terutama dalam hal kekasaran permukaan, umur pahat, dan efisiensi pemotongan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kekuatan mekanis dua desain tool holder CNC yang berbeda terhadap beban statis, guna menentukan desain yang lebih optimal dalam menahan deformasi dan kerusakan selama operasi. Metode yang digunakan meliputi perancangan desain dengan prinsip Design for Manufacturing (DFM), pemilihan material (Carbide untuk insert dan AISI 4140 untuk shaft serta head), serta analisis kekuatan struktur menggunakan simulasi dengan metode Finite Element Analysis (FEA) dengan perangkat lunak ANSYS Workbench. Parameter pembebanan didasarkan pada simulasi gaya pemotongan pada proses turning baja AISI 1045, dengan gaya resultan sebesar 1400 N. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua desain tool holder memiliki performa mekanis yang baik, namun terdapat perbedaan signifikan dalam distribusi tegangan, deformasi, dan faktor keamanan. Desain tipe 1 memiliki distribusi tegangan rata-rata lebih rendah (4,94 MPa) namun tegangan maksimum lebih tinggi (84,23 MPa) dibanding tipe 2 (rata-rata 10,66 MPa; maksimum 69,11 MPa). Nilai deformasi maksimum pada tipe 1 lebih kecil (0,071 mm) dibanding tipe 2 (0,073 mm), sedangkan faktor keamanan tipe 2 lebih tinggi (9,44) dibanding tipe 1 (7,74). Meskipun kedua desain masih dalam batas aman, tipe 2 direkomendasikan karena menawarkan ketahanan dan efisiensi yang lebih baik terhadap beban statis. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain tool holder CNC yang lebih handal dan efisien, serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan tool holder untuk mendukung integrasi smart sensor dan peningkatan kualitas produksi di industri manufaktur modern.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/59Pengaruh Filler Alumina terhadap Fiber Kaca dan Fiber Bambu Betung Menggunakan Metode Hand lay-up2025-11-20T15:48:10+07:00Muhamad Abdul Azizstimer@nusaputra.ac.idZaid Sulaimanzaid.sulaiman@nusaputra.ac.id<p>Komposit diartikan sebagai bahan yang terdiri dari dua atau lebih bahan berbeda yang digabungkan menjadi satu secara mekanis atau kimiawi untuk menghasilkan bahan yang memiliki sifat yang unggul dari bahan aslinya. pemilihan matriks dan serat berpengaruh dalam menentukan sifat pada komposit. pada penelitian ini menggunakan resin epoksi sebagai matriksnya serta serat kaca dan anyaman serat bambu betung sebagai penguat. pada komposit dilakukan secara layer by layer (laminate) menggunakan perlakuan variasi serat kaca dengan kadar 0%, 5%, 10%, dan anyaman serat bambu betung dengan kadar 0% 4%, 6% serta filler serbuk alumina dengan kadar 6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lapisan pada serat kaca dan anyaman serat bambu betung dengan filler serbuk alumina. Fabrikasi dilakukan dengan metode hand lay-up dengan cetakan karet silicon rubber kemudian dilakukan pengujian kekerasan (hardness) pada komposit dan pengujian densitas (density) bertujuan untuk mengetahui kekerasan dan kepadatan pada material komposit. Hasil dari penelitian menunjukkan pada pengujian kekerasan di dapatkan pada nilai tertinggi dengan variasi resin, bambu dan alumina 86,4 HA sedangkan nilai terendah di dapatkan pada variasi alumina resin 81,4 HA. Pada pengujian densitas nilai tertinggi didapatkan variasi 1,38 g/cm3 sedangkan nilai terendah pada variasi resin kaca 1,21 g/cm3.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material http://prosiding.stimer.nusaputra.ac.id/index.php/stimer/article/view/60Pengaruh Filler Silikon Karbida Pada Sifat Komposit Serat Bambu Betung dan Serat Kaca Menggunakan Metode Hand Lay Up2025-11-20T15:53:36+07:00Muhammad Ridho Bagja Pangestumuhammad.ridho_tm22@nusaputra.ac.idZaid Sulaimanzaid.sulaiman@nusaputra.ac.id<p>Komposit merupakan material hasil perpaduan dua atau lebih bahan berbeda untuk memperoleh sifat unggul dari bahan penyusunnya. Penelitian ini menggunakan resin epoksi sebagai matriks dengan penguat berupa serat kaca dan anyaman serat bambu betung. Proses pembuatan dilakukan secara berlapis (laminate) dengan metode hand lay-up menggunakan cetakan silikon rubber. Variasi kadar serat kaca yang digunakan adalah 0%, 5%, dan 10%, sedangkan anyaman serat bambu betung divariasikan pada kadar 0%, 4%, dan 6%. Selain itu, ditambahkan filler serbuk silikon karbida sebanyak 6%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi lapisan serat kaca dan anyaman serat bambu betung dengan penambahan filler silikon karbida terhadap sifat mekanik komposit. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai kekerasan (hardness) dan densitas (density) komposit yang dihasilkan. Hasil penelitian diharapkan memberikan informasi mengenai pengaruh kombinasi susunan serat dan penambahan filler silikon karbida terhadap karakteristik kekerasan serta kepadatan komposit berbasis resin epoksi.</p>2025-08-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Manufaktur, Energi dan Material